Coba liat ke belakang
Semua terlihat sangat hitam, jauh, dan buruk
Namun beritahu aku apa yang kau rasa?
Kau tidak merasakan semua itu bukan?
Ribuan rasa pernah kau cicipi
Namun yang kau rasa pagi ini
Hanya hangatnya sinar matahari
Tidak butuh alasan untuk menjawabnya
Karena kau sudah menggenggamnya
sejak kau mulai berjalan
Barang bawaanmu tidak berkurang,
namun terus bertambah
Kau pungut setiap linting kata yang terjatuh
Kau singkirkan setiap sampah dihadapan
Dan kau lepas sepatumu jika hujan turun
Mencari pohon untuk berteduh
Tertawa riang bersama redupnya senja
Dan semua terlihat nyaman hingga malam tiba
Gelapnya hitam tidak dapat dilepas oleh malam
Terangnya rembulan hanya menambah takut
Takutmu terus bertambah
Air mata yang tak diinginkan pun mulai lepas
Tak bisa ditarik kembali
Rabu, 30 Juni 2010
Minggu, 13 Juni 2010
Rabu, 12 Mei 2010
coba saja panggil
hei kawan
apa yang kau tunggu di bangku panjang itu?
malaikat pembawa kesenangan?
mereka sedang sibuk mencabut nyawa
cobalah kau tengok halaman belakang
disana penuh tanah dan tawa
jangan kau kira aku ini tuli
aku tau kau lemah
aku juga tau kau busuk
3 lapis roti yang kau siapkan untuk makan siang tadi
takkan cukup menemanimu saat hujan uang nanti
apa yang kau tunggu di bangku panjang itu?
malaikat pembawa kesenangan?
mereka sedang sibuk mencabut nyawa
cobalah kau tengok halaman belakang
disana penuh tanah dan tawa
jangan kau kira aku ini tuli
aku tau kau lemah
aku juga tau kau busuk
3 lapis roti yang kau siapkan untuk makan siang tadi
takkan cukup menemanimu saat hujan uang nanti
Minggu, 09 Mei 2010
tiga setengah jam
pengalaman bukannya tidak mengajarkan ku
hanya saja aku sedang berpaling kebelakang saat ia berbicara keras
telingaku bukannya tidak bisa mendengar kata nyata itu
tetapi mereka terlalu sibuk untuk mendengarkan lagu cinta biasa
warna hitam dibalik hujan itupun bisa kulihat dengan jelas
hanya saja aku tidak meneriakannya di depan kelas
hanya saja aku sedang berpaling kebelakang saat ia berbicara keras
telingaku bukannya tidak bisa mendengar kata nyata itu
tetapi mereka terlalu sibuk untuk mendengarkan lagu cinta biasa
warna hitam dibalik hujan itupun bisa kulihat dengan jelas
hanya saja aku tidak meneriakannya di depan kelas
Minggu, 21 Februari 2010
teruntuk kepada para pengajarku
lelah sudah keluar semua
namun nol yang kudapat
kupikir hanya kertas tak berguna
jadi kubakar semua bimbinganmu tak tersisa
kuganti semua ingatan tentangmu dengan masalah kehidupan yang bahkan tak berwarna
ku berikan ceria semuku kepadamu
hanya agar terlihat bahwa aku paham dan senang melihatmu
dan saat kau berbalik, semuanya berubah
ku berikan tawa untuk semua gerak mu
ku lemparkan cela yang tak berhenti hanya pada satu kesalahan kecilmu
tidak lagi kupandang engkau sebagai pembimbingku
kulupakan kenyataan bahwa kau yang mengenaliku pada rasa malu
kulemparkan semua manis yang pernah kau berikan hingga pahit yang tersisa
dan kututup rapat semua tentangmu
sungguh ku lakukan semua itu tanpa berpikir
namun nol yang kudapat
kupikir hanya kertas tak berguna
jadi kubakar semua bimbinganmu tak tersisa
kuganti semua ingatan tentangmu dengan masalah kehidupan yang bahkan tak berwarna
ku berikan ceria semuku kepadamu
hanya agar terlihat bahwa aku paham dan senang melihatmu
dan saat kau berbalik, semuanya berubah
ku berikan tawa untuk semua gerak mu
ku lemparkan cela yang tak berhenti hanya pada satu kesalahan kecilmu
tidak lagi kupandang engkau sebagai pembimbingku
kulupakan kenyataan bahwa kau yang mengenaliku pada rasa malu
kulemparkan semua manis yang pernah kau berikan hingga pahit yang tersisa
dan kututup rapat semua tentangmu
sungguh ku lakukan semua itu tanpa berpikir
terkadang rasa bersalah keluar dari pikiran
satu waktu meminta maaf ingin dilakukan
namun ribuan pikiran kotor langsung menghapus semuanya
ku ulangi lagi semua "rasa sayang ku kepada mu"
keras sudah kepala ini
tak bisa dimasuki apapun
teriakan hingga airmatamu-pun takkan mempan
*terima kasih untuk semuanya
Langganan:
Postingan (Atom)
