Rabu, 20 Juli 2016

Libur Magrib

Masih terjebak pada ciptaannya dan belum bisa berubah menjadi lebih dalam. Bilamana aku bisa merasakannya, rasa itu akan menjadi dasar setiap arah ku di alam ini.
Sesederhana itu aku dapat merasa hidup. Semudah itu aku jatuh. Sedalam itu aku bisa terbang dalam rasa tanpa arah.
Setiap senyum yang kau lempar seperti memang sudah dibawa sedari tadi untuk ditumpahkan sedikit demi sedikit di dekat ku. Setiap pertanyaan yang kau lampir dalam obrolan ringan ini serasa memang sudah disiapkan. Kau seperti lalai dan tidak peduli atau memang kau memegang daftar untuk semua hal tersebut? Aku mengaku kalah kalau memang seperti itu adanya. Kau tidak sengaja menjatuhkan kertas itu, bukan? Atau kau juga menikmatinya? Entah lah, mungkin aku terlalu peduli pada malam. 
Jikalau memang benar adanya, kau jahat. Bukan kepada ku, tetapi kepada waktu. Semua yang kau lepas sudah begitu tenang menjauh, namun jangan pernah kau berani tanya kepada ku. Berharap masih menjadi dosa ku yang paling menyengat.