Senin, 20 November 2017

Katanya Cinta

Semua ditaksir dolar
Kepala pun jadi dolar
Umur mesti ada porsinya
Yang hidup yang punya kuasa

Tinta kau hisab
Jalan tak lupa kau susut
Bukan mencari hanya menyusun
Yang lalu kerap diungkit lagi

Tololnya minta ampun
Mau mahir tapi menyalin
Defisit anggaran masih lebar
Mana sempat pikiran menyambar

Jadi cinta itu apa, kapten?
Ini cinta atau cuma-cuma?
Telan ya semua telan
Lolos ya semua lolos

Minggu, 19 November 2017

Brazil

Seperti yang pertama dari yang pertama. Seperti yang pertama tapi tidak dibebani rumahnya. Seperti tanggal selalu merah di Hari Kamis. Seperti Hari Jumat selalu mengantuk. Seperti tiap hari pulang larut main kartu. Seperti punya banyak pemeran pembantu. Seperti alur cerita yang masih seperti skrip film. Seperti tahu di mana penonton harus lihat dan tidak lihat konfliknya. Seperti bapak yang masih punya bapak. Seperti bahan judi yang tidak habis-habis. Seperti biro periklanan atau memang bukan biro periklanan. Seperti pemain sepak bola atau memang bukan pemain sepak bola. Seperti tiga belas tahun belakangan ini. Seperti berteman dengan yang pahit. Seperti omongan Bezita kepada Kakarot saat melawan Bhu. Seperti terlihat masih menikmati semuanya. Wasalam.