Berputar pada ketidakpastian yang makin luntur, dimana paginya aku akan kembali lagi menggambar buku catatanku sendiri. Tidak jelas pensil apa yang kugunakan.
Layaknya doa anak - anak sekolah yang selalu meminta nilai bagus dan tempat terbaik setelah mereka lulus, mungkin aku juga seperti mereka.
Namun lambat laun doa - doa itu seakan dijawab.
Dijawab dengan jawaban dimana kami harus berteriak agar suara kami bisa terdengar satu sama lain.
Aku pun tidak tahu doa dari siapa yang dijawab.
![]() |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar