Seorang laki laki paruh baya sedang berjalan di tepian jalan raya. Saat itu hari sudah malam dan kehidupan di pinggiran kota ini mulai beristirahat dari semua kesibukan. Sambil berjalan pelan, Ia menggendong seorang anak perempuan berkerudung coklat yang sedaritadi hanya diam. Seorang anak perempuan yang juga mengenakan kerudung terlihat di samping laki laki tersebut ikut berjalan dengan bergandengan tangan tak lepas sedikitpun. Sambil melakukan itu semua, Ia masih bisa menjinjing sebuah karung besar dipundaknya tanpa bisa menyembunyikan wajahnya yang lelah.
Mungkin sudah takdir Tuhan bahwa kita terlahir di dunia ini menjadi seorang bayi tanpa kesadaran, kemudian menjadi manusia dewasa dan mati. Kita akan terkaget bila lahir dengan memiliki kesadaran penuh terhadap kehidupan ini dan segala keramaiannya. Seorang bayi tidak akan bertanya jika saat ia lahir melihat dunia in tidak sama seperti dengan yang ia yakini seharusnya. Seorang bayi akan menerima dimanapun ia melihat dunia ini pada saat pertama kali. Bahkan seorang anakpun akan tetap bertahan bersama orang yang setiap harinya ada di dekat mereka dengan semua pengetahuan yang telah ia terima sejak dilahirkan. Namun seorang anak tetaplah seorang anak. Mereka tidak akan lepas dari sifat lugunya yang melihat dunia ini seperti berjalan beriringan. Selalu ada hal yang ingin mereka tanyakan kepada orang yang setiap harinya ada di dekat mereka. Terutama tentang bagaimana dunia ini berjalan.
Seperti saat sekarang ini, mereka sedang berjalan dibawah awan malam yang terlihat tidak bersahabat. Laki laki tersebut tidak mampu menjawab satupun pertanyaan dari anak perempuan yang terus berjalan disampingnya. Ia hanya terus berkata untuk berjalan lebih cepat karena akan turun hujan. Padahal ia sendiri yang tidak bisa bergerak lebih cepat lagi dengan semua beban yang ia bawa.
Tidak lama kemudian, hujan turun. Dan aku disini masih tidak mampu untuk menghentikan hujan turun malam ini.
![]() |
| ... |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar