Pagi buta
Ke kota hanya mampir
Tumpukan seng jadi gedung
Pagi duka
Absen hanya untuk pulang
Jam dinding serasa tak bergerak
Pulang malam
Hujan memeluk erat
Tas kerja pemulung makin berat
Topinya serasa tenda darurat
Waktu lambat
Usia berebut tempat
Kotaku masih saja gelap
Kemudian seperempat abad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar